RSS Feed

Matematika Dari Dakon

MENGGALI ARITMATIKA TRADISIONAL

Selama ini praktisi pendidikan mengenal alat hitung tradisional milik bangsa Cina bernama sempoa namun kurang begitu mengembangkan potensi alat hitung milik bangsa Indonesia. Alat hitung itu adalah Dakon.

Seiring dengan problematika yang melanda pendidikan tentang penguasaan matematika di tingkat dasar yang berlanjut sampai tingkat tinggi, kini Dakon muncul dengan fungsi upgraded dalam wujud kakon  dengan  lebih banyak fungsi untuk menunjang penguasaan materi matematika.

Fungsi dari kakon antara lain adalah penjumlahan dan pengurangan dasar, garis bilangan/bilangan loncat, penjumlahan maupun pengurangan bersusun, perkalian dan pembagian dasar, perkalian bersusun, pembagian bersusun, konversi satuan, penjumlahan dan pengurangan jam.

Pada permainan Dakon, anak-anak diajak untuk bermain dan tanpa terasa akan memiliki kemampuan dalam perhitungan. Agar menang pada permainan Dakon anak harus pandai mengurang dan menambah biji Dakonnya kemudian menyusun strategi pembagian agar dapat mengumpulkan biji Dakon sebanyak-banyaknya pada lubang hasil. Tentu saja mereka melakukannya dengan penuh riang gembira.

Pada generasi lalu Dakon bukanlah benda asing dalam dunia anak-anak. Namun pada masa sekarang ini, permainan Dakon sangat sulit ditemui bahkan hanya sedikit anak Indonesia mengerti permainan Dakon. Dakon merupakan alat permainan yang dikembangkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Ditengah cepatnya persebaran arus informasi diantaranya melalui televisi dan internet, banjir informasi sanggup melunturkan budaya bahkan kecintaannya terhadap tanah air. Anak-anak lebih menyukai permainan dari bangsa-bangsa lain seperti playstation dan game berbasis komputer, permainan dari Jepang yang disebarkan lewat filem kartun di televisi, dan permainan dari Cina melalui mainan-mainan murah berbahan plastik.

Menanggapi hal tersebut saya sebagai bagian dari masyarakat dengan latar belakang dibidang pendidikan selain telah menghasilkan karya-karya lain untuk mendukung dunia pendidikan juga telah berhasil mengkreasi mainan tradisional Dakon menjadi alat bantu belajar matematika pada tingkat operasi bilangan dasar untuk para siswa sekolah dasar (SD/MI).

Alat tersebut praktis dapat digunakan langsung oleh siswa dan guru pada beragam materi yang membutuhkan penjumlahan dan pengurangan dasar, garis bilangan/bilangan loncat, penjumlahan maupun pengurangan bersusun, perkalian dan pembagian dasar, perkalian bersusun, pembagian bersusun, konversi satuan, penjumlahan dan pengurangan jam.

Sebagaimana diketahui keterampilan-keterampilan berhitung dasar ini mutlak diperlukan pada seluruh pembahasan materi matematika tingkat selanjutnya. Bahkan soal cerita tidak akan banyak memberi manfaat untuk mengembangkan daya pikir matematis siswa jika operasional perhitungan bilangan dasar saja siswa tidak mampu. Sedangkan waktu, tenaga, dan konsentrasi guru sangat terbatas untuk terus melakukan bimbingan individu diantara puluhan siswanya. Dari sebab itu kakon diperlukan.

Berikut ini merupakan foto kakon dengan fungsinya masing-masing

Alat hitung ini merupakan hasil pengembangan dari mainan tradisional bernama Dakon. Alat ini dinamakan dengan kakon. Kakon merupakan akronim dari Kalkulator Dakon. Walaupun namanya kalkulator, kakon tetap membutuhkan konsep dasar perhitungan. Sehingga ketika melakukan permainan kakon pada akhirnya siswa tetap akan menguasai konsep hitung bilangan sambil bermain.

Catatan: Untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) bukan dengan cara mengatrol nilai rapot namun harus melalui remidial. Mencontek bukanlah budi pekerti yang baik. Tumbuhkan kreatifitas bukan plagiat untuk meraih prestasi.

About kakonindonesia

penemu kakon lumajang jawatimur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: