RSS Feed

LAYAKKAH INDONESIA DIJAJAH?

Genting untuk dijawab:

LAYAKKAH INDONESIA DIJAJAH?

Untuk menjawab pertanyaan ini saya awali dengan sebuah kutipan:

Nah, bangsa dan pemerintah kita seperti pemilik rumah di pinggir jalan raya itu yang punya obsesi aneh. Obsesi itu adalah bagaimana pagar rumah itu terlihat selalu bersih, mengkilat, dan tidak boleh berdebu. Adalah tampak muka rumah yang paling penting. Yang lain masa bodoh. Pokoknya penampilan.

Sehingga ketika perabotan rumah dicuri orang di depan mata si pemilik rumah, ia tidak begitu peduli. Mungkin hanya bisa tersenyum getir. Bahkan ketika istri dan anak-anaknya dibawa keluar orang lain, si pemilik rumah tidak mengambil tindakan apa pun. Ia hanya bisa menonton, seolah tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan. Pokoknya pagar dan wajah depan rumah kelihatan bagus. Itu yang penting. Kira-kira kontradiksi dan ironi seperti itu yang sedang menimpa bangsa kita.

(kutipan kata pengantar buku Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia! Karangan: M. Amien Rais)

 

Berikut ini adalah kutipan-kutipan lain yang saya ambil lewat jaringan internet sebagai bahan renungan buat kita.

Wajah pendidikan di indonesia

Anak Muda yang Kuliah Hanya 7,2%

“Syarat untuk menjadi negara maju ya harus kita dorong anak-anak kita supaya lebih banyak lagi yang masuk ke perguruan tinggi. Sekarang baru 7,2 persen, setidaknya harus 20 persen. Malaysia sudah 20 persen, dan target kita pada 2019/2020 harus sudah 20 persen. Jangan sampai anak muda usia 18-21 di kita semakin sedikit yang masuk ke perguruan tinggi,” kata Hatta (Menteri Koordinator Perkonomian RI Hatta Rajasa) dalam acara Peresmian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif Wilayah Priangan Timur dan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Mahasiswa, Santri dan Pelaku Usaha Wilayah Priangan Timur di Universitas Pendidikan Indonesia, Jln. Dr. Setiabudhi Bandung, Sabtu (12/5/12).

Kualitas Dosen Setara Guru SD

”Sungguh memprihatinkan kalau sekarang ini ternyata mahasiswa kita diajar oleh dosen yang kemampuan dan kapasitasnya setara dengan guru SD, SMP, atau SMA,”tandasnya. Soedijarto (Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Prof Dr Soedijarto) mengungkapkan, di Eropa dan Amerika, seluruh dosen sudah berpendidikan hingga taraf doktor. ”Di sana, siswa SMA saja gurunya master. Pendapat ini didukung survei Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) pada Desember 2007–Februari 2008. Dalam surveinya, APTISI menemukan bahwa 67% dosen hanya lulusan sarjana dengan kompetensi mengajar terbatas. Ketua APTISI Suharyadi mengatakan, “kualitas dosen memang jauh di bawah standar. ”

Kualitas Sarjana Indonesia

Abdul Muid Badrun, Dosen STIE Surakarta General Manager Origine Training Center (OTC) Solo. Saya ingin melihat betapa kemeriahan upacara wisuda yang tiap tiga bulan atau empat bulan sekali diadakan itu sirna ketika mereka dihadapkan pada persoalan mencari pekerjaan. Beberapa wisudawan-wisudawati yang saya wawancarai menyatakan dengan jelas bahwa mereka masih bingung mau ke mana setelah lulus kuliah.    Bahkan, ada yang menjawab,”Saya kuliah karena tidak ingin dianggap menganggur oleh tetangga.” Kenyataan ini memberikan pesan mendalam bagi pemangku kepentingan di perguruan tinggi, bahwa perguruan tinggi harus mampu ”membangunkan” dan ”membangkitkan” mereka yang ”belum siap” memasuki dunia kerja.

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla di satu forum menyampaikan keprihatinan terhadap sarjana dalam negeri yang dirasakan semakin menurun kualitasnya. Menurut Kalla, penurunan kualitas sarjana tersebut terjadi karena kelulusannya semakin mudah. Untuk itu, beliau mengimbau agar pada tahun mendatang perguruan tinggi lebih memperketat kelulusan peserta didiknya demi perbaikan kualitas sarjana Indonesia.

Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Prof Zulkarnain Lubis mengaku, PT di Indonesia banyak menghasilkan pengangguran terdidik. Pasalnya selama ini hanya mampu mengajarkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan (cognitive skills) saja, sedangkan sektor pendukung lainnya untuk mempersiapkan mahasiswa terjun ke dunia kerja belum ada.

Jutaan Calon Generasi “Indonesia Emas” Putus Sekolah

Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar  “hal yang seharusnya menjadi perhatian utama adalah masih tingginya angka putus sekolah. Mengutip data, kata Raihan, terdapat 10,268 juta siswa usia wajib belajar (SD dan SMP) yang tidak menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Di sisi lain, masih ada sekitar 3,8 juta siswa yang tidak dapat melanjutkan ke tingkat SMA”.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengungkapkan, “pada tahun 2010 dana BOS hanya meng-cover 70 persen biaya pendidikan. Hasilnya, sebesar 1,5 persen siswa SD drop out, dan yang tidak melanjutkan 8,87 persen dari 31 juta siswa (8,87% x 31 juta = 2,75 juta). Untuk SMP, sebesar 1,61 persen drop out, dan 21,13 persen tidak melanjutkan. Sementara SMA, sebesar 2,86 persen drop out dan 33,11 persen tidak melanjutkan pendidikan”.

 

Siapa Pelaku Perekonomian di Indonesia

Kelapa Sawit

“50 persen lahan sawit di Indonesia dikuasai oleh Malaysia, Singapura, AS, dan Belgia,” kata Manajer Kampanye Air dan Pangan Eksekutif Nasional Walhi, M Islah, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. Menurut dia, Indonesia mempunyai lahan sawit terluas di dunia tetapi dinilai tidak memiliki kedaulatan di sektor kelapa sawit.

Penerbangan

“Ya, asing masih mendominasi industri penerbangan kita, khususnya bisnis `MRO` (maintenance repair overhaul) penerbangan kita,” kata Wakil Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan, Bambang Susantono menjawab pers di sela kunjungan kerja ke GMF AeroAsia Jakarta, Jumat.

Industri

“Saat ini di Indonesia, banyak industri yang seharusnya merupakan aset negara, justru berpindah pengelolaannya ke pihak swasta asing,” kata Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Tatang A Taufik dalam acara “Bincang-bincang Teknopreneur” di Jakarta, Kamis (16/5). Berdasarkan kondisi ini, diperlukan penciptaan wirausahawan baru di sektor industri agar liberalisasi industri ini dapat diantisipasi, meski agak terlambat. “Masalahnya, upaya penciptaan wirausahawan baru sektor industri di Indonesia masih sangat kurang. Sementara di sisi lain sikap dan pola konsumsi masyarakat semakin tidak terbendung,” tuturnya.

Perbankan

Ketua Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil Syariah M Amin Aziz mengungkapkan bahwa 70 persen bank di Indonesia saat ini sudah dikuasai asing. “Sekarang kita dijajah secara tidak syariah,” tegas Amin, usai seminar Perbankan Syariah, di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (13/8/2009)

“Bank Indonesia (BI) harus mulai berani membatasi dan membuat syarat-syarat yang khusus agar mereka tidak mudah mengambilalih perbankan nasional,”ujar Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qosasi di Jakarta, Kamis (19/4).

Ekonom Danareksa Research Institut Purbaya Yudhi Sadewa, “Jadi asing melihat itu ingin menikmati, beli kalau bisa. Karena kalau izin baru kan ngga mungkin, jadi kesalahannya bank central sendiri membiarkan, menciptakan ruang diperbankan untuk marjin berada di level tinggi sekali. Karenannya dia harus menciptakan kompetisi yang lebih sehingga marginnya bisa turun,”

Migas

“Tengok saja lebih 84 persen ladang minyak kita dikuasai oleh operator asing sehingga kita tidak bisa mendorong kebijakan perminyakan dalam negeri berpihak pada masyarakat,” ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak, (Kamis, 29/3), seperti diberitakan Rakyat Merdeka Online.

Data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), menunjukkan bahwa sepanjang 2001-2011, 74% Wilayah Kerja Migas yang sudah berproduksi digarap oleh perusahaan asing. Sebab mereka umumnya memperoleh kontraknya pada era UU 8/1971.

Data British Petroleum Statistical Review menunjukkan, di sektor minyak dan gas (migas), penguasaan cadangan migas oleh perusahaan asing masih dominan. Dari total 225 blok migas yang dikelola kontraktor kontrak kerja sama non-Pertamina, 120 blok dioperasikan perusahaan asing, hanya 28 blok yang dioperasikan perusahaan nasional, serta sekitar 77 blok dioperasikan perusahaan patungan asing dan lokal.

Alat Laboratorium

Freddy Permana Zen, Deputi Menteri Riset dan Teknologi Bidang Sumber Daya Iptek Kementerian Riset dan Teknologi, menilai Indonesia merupakan pasar alat laboratorium yang besar mengingat pesatnya pertumbuhan industri nasional. “Buktinya banyak perusahaan-perusahaan alat laboratorium di Indonesia. Artinya laku di sini, kalau tidak laku kenapa mereka jual disini,” jelasnya pada acara Pameran LAB Indonesia 2012, Selasa (8/5). Namun, Freddy menyayangkan kebutuhan alat laboratorium nasional hampir seluruhnya masih mengandalkan pasokan dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan Inggris.

DLL… (terlalu banyak yang harus ditampilkan)

 

Daya Saing

Kamis, 24 Maret 2011 23:55 WIB(ANTARA News)

“Salah satu permasalahan yang kita hadapi saat ini yakni lemahnya daya saing UKM di Indonesia dibandingkan negara asia pasifik,” kata Sekretaris Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dr. Ir. Dida Heryadi Salya, M.A, saat berada di Mamuju, Kamis. Menurutnya, berdasarkan data APEC tahun 2006, daya saing UKM Indonesia masih di bawah negara-negara ASEAN seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia. Selain itu kata dia, kemampuan UKM Indonesia untuk melakukan proses penelitian dan pengembangan (Research & Development) juga kurang berjalan. Ini merupakan cerminan bahwa wirausahawan di Indonesia masih kurang inovatif.

March 23, 2011 at 23:02 Arsipberita.com Source: media Indonesia

Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono menyatakan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi suatu negara erat kaitannya dengan daya saing infrastruktur. Untuk Indonesia, daya saing infrastrukturnya tergolong rendah, terutama untuk kualitas jalan dan pelabuhan. “Kami mencatat kondisi daya saing Indonesia menurut Bank Dunia sangat memprihatinkan, walaupun peringkatnya (daya saing infrastruktur) meningkat dari 84 pada 2009 menjadi 82 pada 2010,” ujarnya pada acara Launching Indonesia International Conference Focus on Indonesia Economy 2011 di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu (23/3).

Kamis, 24 Februari 2011 , 21:40:00 WIB RMOL.

Sejumlah lembaga internasional menyatakan Indonesia bakal menjadi importir beras keempat terbesar di dunia. Bahkan Departemen Pertanian AS (USDA/United States Department of Agriculture) Amerika Serikat memprediksi, RI akan kembali mengimpor beras hingga 1,75 juta ton beras atau naik 800 ribu ton pada 2011. Menurut Marwan Ja’far selaku Ketua Fraksi PKB DPR RI, sebagai negara agraris sebetulnya Indonesia sangat mudah ditanami berbagai jenis pangan. “Namun mirisnya, kenapa kita harus mengimpor pangan dan mengandalkan negara lain untuk memenuhinya,” tanya Marwan saat berbicara dalam diskusi publik tentang “Kedaulatan Pangan vs Impor Beras” di ruang rapat Fraksi PKB lantai 18 Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Kamis (24/2).

Selasa, 05 April 2011 | 19:43 WIB TEMPO Interaktif, SURABAYA

Menteri Pertanian Suswono, “Sesungguhnya kami ingin mengurangi atau membatasi daging impor, tapi belum bisa dilakukan saat ini,” kata Suswono seusai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (5/4)

Tribunnews.com – Minggu, 19 September 2010 15:21 WIB

Akibat dari ketidakjelasan mengenai ekstensifikasi lahan pangan, sampai saat ini Indonesia masih mengimpor 2,2 juta ton gula. “Sampai saat ini kita masih impor 2,2 juta ton. Dan faktanya masih di situ,” kata Menteri Pertanian Suswono, Jakarta, Minggu (19/9/2010).

Senin, 09 Mei 2011 , 09:02:00 PONTIANAKPOST.COM

Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani Mengatakan pemberlakuan program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 bakal membuat jumlah produk impor terus meningkat. Terutama, mamin yang berasal dari Asean. “Saat ini Vietnam menaikkan volume ekspor produk mamin. Selain itu, Malaysia dan Thailand masih mendominasi dan terlihat agresif masuk ke pasar dalam negeri,” tutur Franky. Serangan mamin impor tersebut membuat industri dalam negeri tertekan. Karena itu, menurut dia, perlu kebijakan khusus untuk mendorong daya saing.

Kamis, 19/08/2010 18:58 WIB detikNews

“Mutu dan kompetensi SDM kita masih rendah dibandingkan negara-negara lain,” ungkap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigras (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, saat memberikan kuliah umum Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Fakultas Isipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), Bulaksumur, Kamis (19/8/2010). “Index pembangunan manusia menduduki rangking ke-111 dari 192 negara,” katanya.

 

Hutang Indonesia

Selasa, 21/02/2012 14:35 WIB Zulfi Suhendra – detikFinance

“Sudah sejak 30 tahun yang lalu saya sudah menulis banyak (soal utang). Contohnya lebih besar pasak dari tiang. Ini menjadi penipuan yang luar biasa. Utang itu tidak disebut utang dalam APBN, tetapi pemasukkan pembangunan dalam negeri. Jadi 30 tahun lamanya anggaran minus ditutupi utang. Anggaran harus berimbang, biar bisa disebut berimbang ya nipu,” kata Kwik.

Hal ini disampaikan Kwik usai sebuah dialog ekonomi di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Dikatakan Kwik, jumlah utang pemerintah yang tembus Rp 1.800 triliun ini sudah sangat membahayakan dan sulit dicarikan solusinya.

“Ini bukan bahaya lagi karena sumber daya mineral di perut bumi dihabiskan oleh mereka elit-elit pemerintah. Sudah kayak gini sulit (solusinya). Saya nggak tahu harus bagaimana,” tegas Kwik.

Sebelumnya, Presiden SBY mengakui jumlah nominal utang pemerintah Indonesia naik menjadi Rp 1.816 triliun di 2011 lalu. Namun rasionya turun bahkan sangat rendah dibandingkan negara-negara maju di Eropa dan Asia.

Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2011 mencapai Rp 1.803,49 triliun atau naik Rp 126,64 triliun dalam setahun dibandingkan 2010 yang mencapai Rp 1.676,85 triliun

 

Kedaulatan

Selasa, 21 Juni 2011, 21:08 WIB Republika Online

Pengamat dari Universitas Airlangga Surabaya Bambang Budiono MS M.Sosio mengatakan 72 undang-undang di Indonesia diintervensi asing. “Hal itu membuat Pancasila dikepung dua ideologi fundamentalisme yakni fundamentalisme pasar dan fundamentalisme agama,” kata dosen Fisip Unair ini di Surabaya, Selasa.

Menurut antropolog itu, kepungan tersebut terlihat dari adanya 75 persen pertambangan, 50,6 persen perbankan, 70 persen jaringan telekomunikasi, dan 65 persen agroindustri di Indonesia yang sudah dikuasai asing. “Kepemilikan asing itu antara lain 70 persen jaringan telekomunikasi yang dimiliki Kuwait, sedangkan agroindustri antara lain 65 persen kecap dikuasai AS, delapan persen sawit dikuasai Singapura, dan 12 persen sawit dikuasai Malaysia,” katanya.

Selain itu, 100 persen teh dan makanan ringan merk tertentu juga dimiliki Inggris, kemudian 74 persen minuman ringan dikuasai Prancis. “Hal tersebut terjadi, karena kepemilika asing itu masuk dalam 72 UU dengan kompensasi utang dan bantuan teknis kepada Indonesia, di antaranya UU minyak dan gas, UU telekomunikasi, UU listrik, UU sumberdaya air, dan sebagainya,” katanya.

Bahkan, kata dia ada badan asing yang berkantor di DPR untuk mengawali UU tersebut. “Tidak hanya itu, pendidikan dan kesehatan juga dimasuki. Sekarang 49 persen pemain asing sudah diizinkan masuk pendidikan, dan juga swastanisasi rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Presiden The Soekarno Center Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Weda, “Bung Karno mengatakan revolusi belum selesai, tetapi maksudnya adalah revolusi karakter terkait kemandirian politik, ekonomi, dan seni budaya, tetapi revolusi itu pula yang membuat Bung Karno jatuh, karena negara lain ingin menjajah Indonesia secara politik, ekonomi, dan budaya,” kata rektor Universitas Mahendradatta, Bali itu.

Ijinkan saya berkomentar:

Pada ulasan ini sebenarnya saya lebih senang jika diberikan judul: Mampukah kita Menjaga NKRI?

Sering kita mendengar slogan NKRI harga mati. Namun dimana itu berlaku, yah kita semua akan siap membela bangsa ini ketika tank, kapal perang, dan rudal-rudal musuh sudah mengganggu stabilitas keamanan NKRI. Namun ketika sendi-sendi penggerak bangsa (pemerintah + kebijakan) sudah dipegang kendali oleh musuh apakah slogan NKRI harga mati masih berlaku.

Butakan mata dan tulikan telinga melalui media informasi, budaya, dan kebodohan. Melalui media mereka mengatakan, Indonesia masih merdeka, melalui budaya (musik, tontonan, fashion, gaya hidup) mereka mengajak untuk bersenang-senang karena Indonesia masih aman, sabotase pendidikan maka jadilah orang bodoh. Bukankah 300 tahun kita dijajah karena kita bodoh. Orang-orang yang memimpin melawan penjajah adalah orang-orang pintar, golongan ulama dan pemuda-pemuda terdidik bangsa ini.

Demikian persembahan dari saya, sebagai salah satu dasar berpikir bagi kita untuk mendukung aplikasi KAKON di sekolah. KAKON langkah awal membenahi pendidikan kita. Selanjutnya silahkan baca artikel tentang mencontek dan katrol nilai.

About kakonindonesia

penemu kakon lumajang jawatimur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: